Pemberani bin Nekat

pickup edit

Mereka adalah orang-orang berjiwa pemberani. Berani menempuh risiko. Kepanasan bukan halangan. Kehujanan bukan masalah. Yang penting bisa pergi beramai-ramai, tak sendirian. Yang penting bisa sampai ke tujuan, tak perlu berjalan. Menumpang mobil bak terbuka bukanlah monopoli para pria, karena ternyata wanita pun bisa. Mereka adalah orang-orang berjiwa muda, karena tidak kalah dengan anak sekolahan yang sering mencegat dan nebeng kendaraan semacam ini. Meskipun nekat, tetap saja mereka para pemberani. Berani dan nekat memang beda tipis. Mereka adalah para pemberani bin nekat.

Advertisements

Radio Jadoel

radio jadul edit

Di djamannja radio ini tentoe digdaja. Aloenan soeara berat Nat King Cole kala menjenandoengkan Unforgettable, ataoe Di wadjah moe koelihat boelan-nja Sam Saimoen pasti memboeat orang-orang di masa itoe kagoem. Para artis poedjaannja itoe seakan dekat, menghiboer mereka di roemahnja masing-masing.

Continue reading

Memilah Sampah, Perlukah?

pilah sampah2

Tempat sampah yang telah terpilah menjadi sampah organik dan non organik semacam ini mungkin banyak Anda temui. Apakah pernah melihat isinya? Kalau Anda coba lihat mungkin akan kaget, karena kebanyakan sampah yang ada di dalamnya tetap bercampur; organik dan organik. Mengapa bisa begitu? Apakah karena dianggap percuma saja, toh jika sudah dipilah pun Dinas Kebersihan tetap mencampurnya saat proses pengangkutan. Atau karena memang enggan untuk membuang sampah sesuai dengan jenis tempatnya? Tampaknya dalam hal cara membuang sampah pun, kita masih perlu belajar lagi.

Masa Sukacita

anak masjid2

Masa kanak-kanak adalah masa sukacita. Berhimpun bersama kawan, saling bertukar cerita. Mengenai apapun yang mereka suka . Tentang mainan, tentang kisah jalan-jalan bersama orang tua, atau tentang tontonan mereka. Rasa senang biasanya hadir, tatkala tontonan film kartun mereka sama. Tertawa bersama. Seakan tiada nestapa. Masa kanak-kanak masa berbahagia. Jika pun ada sesuatu yang dianggap masalah buat sebagian mereka, mungkin hanyalah …..PR Matematika.

Di Bilik Suara

pilkada

Termangu ku di bilik suara. Bernala-nala pilihan pemimpin untuk tanah Sunda. Orang baru masa depannya masih semu, sementara orang lama pencapaiannya mungkin takkan berbeda. Paling itu-itu saja. Termangu ku di bilik suara. Akhirnya kuputuskan saja tuk mencoblos ……gambarnya. (Lembang, 24 Februari 2013)

Batas Tanpa Batas

batas alas edit

Gajah di pelupuk mata tak tampak, semut di seberang lautan tampak. Mata memandang ke depan, tapi terkadang himbauan di dekat kaki seakan menjauh dari pandangan. Apakah batas ini memang terlampau kecil sehingga tak terlihat, atau memang empunya sepatu mengganggap bahwa batas itu tiada ada batasnya? Konon yang ada batasnya hanyalah kesabaran 🙂 

Wastafel Ramah Anak-anak

wastafel_anak_anak_edit

Tak semua rumah makan peduli dengan kesulitan anak-anak saat akan mencuci tangan. Tangga semacam ini bisa jadi solusi sementara, atau malah solusi seterusnya. Salut untuk pemilik resto yang dari awal sudah menyiapkan dua jenis wastafel: Untuk dewasa dan untuk anak-anak. Anda punya restoran? Tak punya wastafel yang ramah untuk anak-anak? Minimal buatlah tangga seperti ini. Agar pengunjung yang membawa anak-anak mau datang lagi.

Kotak Sumbangan Peduli Taman

kotak peduli sumbangan taman

Taman masih bisa bertahan, tak seperti tong sampah yang terenyahkan. Entah siapa yang punya ide memajang tulisan permintaan sumbangan? Apakah benar-benar taman yang butuh sumbangan, atau sang pemajang yang tengah membutuhkan uang?

Truk Tangki dan Butiran Hujan

tangki_edit

21.30 WIB. Setengah jam sudah tak bergerak. Dari balik jendela travel, yang tampak sejak tadi hanyalah pemandangan yang sama; cahaya warna warni truk tangki dan butiran hujan yang menetes perlahan. Mobil diam begitu lama. Jam demi jam terus terlewati, namun ibukota masih jauh. 06.30 WIB, Jakarta akhirnya tiba di depan mata. Alhamdulillah. (9 Jam Bandung – Jakarta, longsor Cipularang pekan lalu)

Dilarang bersandar

bersandar_edit

Entah berapa kali pemilik kedai ini pernah memperbaiki mejanya yang rusak akibat sandaran tangan para pembelinya, sehingga sebegitu penting untuk membuat larangan bersandar. Warna tulisan yang sudah memudar sebenarnya memberikan tanda bahwa papan penyangga makanan ini sebenarnya tidak pernah roboh. Hanya kekhawatiran semata. Lagipula, sepertinya tangan gadis ini terlalu ringan untuk bisa merusakkan meja. Ehmm (Jakarta, di siang hari)